Boediono dan Sri Mulyani Merasa Tertipu, Siapa yang Menipu?
Posted by: thuns on: 03 Dec, 2009
(sebuat artikel menarik diambil dr sini)
OLEH: ARIEF TURATNO
DALAM sebuah curhat kepada seorang sahabatnya, mantan Kepala BPPN, Wakil Presiden (Wapres) yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Boediono mengaku sangat menyesal, mengapa dia sampai mengambil langkah semacam ini dalam kaitan Bank Century. Katanya, andaikan dia tahu bahwa keadaan sebenarnya Bank Century seperti yang diketahuinya sekarang. Boediono mengatakan, dia pasti akan menolak dan tidak akan pernah menyetujui. Dengan kata lain, Boediono merasa telah tertipu. Hal yang sama kabarnya juga dikemukakan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Jika perkembangannya sedemikian rupa, pasti dia akan menolak menyetujui pengucuran dana ke Bank Century. Pertanyaan dan persoalannya adalah siapakah yang bisa menipu mereka berdua?
Dalam sebuah dialog interaktif di salah satu stasiun televise swasta nasional, Selasa (1/12) malam, pengamat politik Eep Syaifullah mengatakan, mestinya dalam kasus Bank Century yang disalahkan dan dimintai pertanggungjawaban bukan hanya pejabat setingkat Direktur, Gubernur Bank Indonesia, bahkan Menteri Keuangan. Namun secara jentelmen dan ksatria Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus mengatakan bahwa dialah yang akan bertanggungjawab. Sebab Eef melihat bahwa persoalan yang terjadi sekarang ini adalah kesalahan yang dilakukan eksekutif dan sebagai pimpinan eksekutif tertinggi adalah Presiden SBY. Karena itu sangat wajar jika SBY menanggung semua resiko tersebut. Faktanya?
Dalam setiap keterangan, Presiden SBY tidak pernah menyinggung sama sekali mengenai pertanggungjawaban sebagaimana yang diinginkan Eef Syaifullah. Bahkan ketika berpidato menanggapi rekomendasi Tim 8 yang diketuai Adnan Buyung Nasution pun Presiden tidak mengutik-utik persoalan tersebut. Sehingga menimbulkan pertanyaan, mengapa SBY tidak menyinggungnya? Juga dalam kasus penghentian perkara Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Meskipun SBY menyatakan memerintahkan Polri dan Kejaksaan Agung segera menghentikan kasus tersebut. Namun SBY pun tidak menjelaskan dengan apa kasus itu dihentikan, dan kapan mesti menghentikannya. Karena itu wajar jika Polri dan Kejaksaan Agung pun gagap menerima perintah yang sifatnya mengambang itu.
Barangkali hanya karena desakan public saja, sehingga akhirnya pihak Kejaksaan Agung melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan (Jaksel) kemudian mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan (SKP2). Kita tentu tidak dapat membayangkan, bagaimana jadinya, jika sikap Kejaksaan sebagaimana yang dilakukan Polri saat ini. Seperti kita ketahui sampai sejauh ini Polri belum mengambil sikap apa pun, kecuali melengkapi berita pemeriksaan terhadap kedua tersangka Bibit dan Chandra yang kemudian dilimpahkannya ke Kejaksaan, Polri lebih banyak diam sembari menunggu. Dan ironisnya, ketika banyak orang menunggu tentang sikap Presiden yang lebih tegas, yang muncul adalah pernyataan sumpah. Pernyataan sumpah yang menyatakan bahwa tidak ada sama sekali dana yang mengalir ke pihaknya, keluarganya atau pun orang-orang dekatnya. Dan jika ada yang menuduh demikian, SBY mengatakan bahwa semua itu adalah fitnah.
Dengan pernyataan-pernyataan SBY yang kadangkala diluar konteks dan melewati jalur persoalan, sehingga membuat public pun semakin bingung. Dan tentu public akan semakin bingung lagi, jika keluhan dan curhat Boediono dan Sri Mulyani benar adanya. Ya, kita dibuat bingung karena kita pasti akan bertanya, siapa gerangan orangnya yang mampu membuat orang nomor dua di Republik ini merasa tertipu ? Juga siapa orangnya yang berhasil meyakinkan Menteri Keuangan yang dikenal sebagai perempuan cerdas sampai terjebak dalam kubangan penuh Lumpur dosa tersebut? Mungkinkah malaikat ataukah iblis, yang menjadikan keduanya sebagai pihak yang tertipu? Memang semua ini baru rumor yang belum tentu benar. Namun tentu tidak dapat kita bayangkan, bagaimana jadinya jika curhat itu memang pernah terjadi? (*)
===============================
PS: (komentar pribadi)
hahaha… semakin jelas toh!
hayo hayo…sapa yg msh merem matanya akan hal ini?
apa masih mau membela manusia seperti ini?
masih mau dipimpin manusia seperti ini?
yg lari dr tanggung jawab sebagai pemimpin tertinggi!
OYA… FOR YOUR INFORMATION nih…
seluruh keluarga SBY (anak, istri, menantu, pokoknya seluruh keluarga)
sudah diungsikan ke Amerika!
Di Indo hanya tinggal SBY dan Ibas!
Bwahahaha…bener2 nih orang selalu cari aman.
Lihat tuh waktu pidato rekomendasi tim-8 (cari aman)
sebelumnya malah curhat kalo keluarganya difitnah…
wakakaka… sumpah PESINDEN tolol banget…nyanyi ga penting!
lha kok malah curhat ke rakyat… wong rakyatnya sendiri lg pd nangis
goblok lu…